Pemilih Cerdas, Pilih yang Berkualitas

(Catatan Jelang Pemilukada Tanjungpinang 2012)
Raja Dachroni, Direktur Lembaga Kajian Politik Lokal dan Otonomi Daerah (LK-POD) dan Dosen STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

Haluan Kepri

Tak lama lagi tepatnya Rabu (31/10/2012) masyarakat Tanjungpinang akan memilih salah satu dari empat pasangan calon walikota dan wakil walikota dalam pesta demokrasi lokal bernama Pemilukada. Dari proses Pemilukada Tanjungpinang yang telah dijalani tahapan demi tahapan ada harapan besar akan lahirnya perubahan, namun perubahan itu tentunya tidak akan datang dengan sendirinya. Perlu ada aksi konkrit antara masyarakat yang memilih dan calon penguasa yang akan dipilih. Pemilih harus cerdas memilih dengan memilah mana pasangan Cawako – Cawawako yang terbaik untuk Tanjungpinang.

Nah, melalui momentum Pemilukada Tanjungpinang inilah kesempatan emas bagi masyarakat yang telah diberikan mandat penuh untuk memilih siapa yang layak untuk menakhodai Tanjungpinang lima tahun ke depan dalam menggunakan hak pilihnya. Tentunya, tidak asal pilih. Perlu dipilah lalu cobloslah, sehingga keseriusan kita untuk memilih dapat mengantarkan kehidupan kita jauh lebih baik dan jauh lebih sejahtera.

Ada banyak cara yang mengantarkan kita menjadi pemilih yang cerdas dengan memilah sebelum menentukan pilihan. Jangan pernah berpikir negatif dulu terhadap pasangan calon yang ada karena begitulah pilihan politik. Pilihan politik itu selalu minus. Artinya, dapat dipastikan semua pasangan calon memiliki kekurangan, namun bukan berarti ini dijadikan alasan kepada kita untuk menjadi Golput.

Terlepas Golput juga merupakan pilihan politik, tapi alangkah lebih baiknya kita memiliki kontribusi pada Pemilukada Tanjungpinang ini dengan datang ke TPS dan sudah mempertimbangkan dari sekarang siapa figur yang akan kita pilih dengan mengetahui visi-misinya serta siapa diantara mereka yang memiliki kekurangan yang paling sedikit. Itulah yang kemudian yang kita pilih. Lalu, jangan lupa kita closing dengan doa semoga figur yang kita pilih itu terpilih dan bisa mengantarkan Tanjungpinang lebih maju dan menyejahterakan masyarakatnya.

Bagaimana Memilahnya?

Persoalannya, bagaimana kita bisa memilahnya, sementara kita tidak pernah kenal secara dekat apalagi mendalam dengan masing-masing figur? Secara sederhana, kita bisa melakukan dengan beragam pendekatan. Pertama, mengetahui profil dan latar belakang masing-masing pasangan calon. Kedua, melalui visi-misinya yang dituangkan dalam beberapa program dan biasanya dapat dilihat dari berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kependudukan, hukum dan keamanan, politik, ekonomi, investasi, infrastruktur, teknologi dan agrobisnis.

Agar tidak tertipu dengan janji-janji kita juga harus melihat kondisi dan realita di lapangan kira-kira terukur tidak program dan patut bertanya mungkinkah bisa direalisasikan. Kedua hal di atas bisa kita lihat dan dijadikan patokan sebelum kita menentukan pilihan. Untuk hal yang pertama yakni tentang profil dan latar belakang pasangan Cawako – Cawawako Tanjungpinang, mungkin kita  tidak perlu meragukan lagi soal latar belakang dan pengalaman keempat pasangan calon.

Memang tidak ada yang istimewa sebenarnya dengan visi-misi sebab tak jarang visi-misi yang dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan seperti yang telah diamanahkan oleh aturan main yang ada dalam Pemilukada. Terlepas dari serius atau tidaknya pasangan calon yang ada dalam menyusun visi-misinya sebelum menentukan pilihan dan mencoblos di TPS nanti ada baiknya memang kita memperhatikan visi-misi tersebut sebagai bahan pertimbangan kita untuk memilih atau mencoblos.

Sebagaimana yang diberitakan oleh Haluan Kepri (Senin, 15/10/2012), Empat Pasangan Cawako semuanya mengusung perubahan. Jelas kita harus mengetahui dan berpikir apakah ide-ide dan program-program yang ditawarkan rasional atau tidak. Jangan mudah tertipu dengan program-program yang melangit dan sulit diterima logika kita untuk diaplikasikan setelah mereka terpilih nanti.

Dalam hal ini, keempat pasangan Cawako – Cawawako Tanjungpinang (dr. Maya Suryanti – Drs. Tengku Dahlan, Lis Darmansyah, S.H – Syahrul, S.Pd, Hendri Frankis, S.Sos – Drs. Yusrizal, Husnizar Hood – Rudy Chua) jelas memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan lihatlah profil mereka selama ini. Bagaimana moral mereka, bagaimana dengan kekayaan mereka dan apa komitmen mereka untuk membangun Tanjungpinang harus kita ketahui sejak dini. Sebelum kita salah dan keliru menentukan pilihan. Nah, pastikan masyarakat Tanjungpinang menggunakan hak suaranya dan jadilah pemilih cerdas yang memilah terlebih dahulu baru menentukan pilihan. Yang memilih berdasarakan kulalitas program, kualitas moral dan kualitas-kualitas yang lainnya. Semoga Allah SWT memberikan pemimpin yang mamu membuat Tanjungpinang lebih maju dan sejahtera. Ayo memilih.

Advertisement

Comments Closed

Comments are closed.